SULIT untuk berpresepsi, memahami danmenbedakan antara saatu hal dengan hal yang lain. Pertama, adalah satu hal yang membuat kita terbutakan dengan sesuatu yang ada tepat dihadapan kita tetapi kita tak mengerti apa yang sebenarnya ada didalamnya. Bagaimana kita hanya mengetahui apa yang kita ketahui tanpa ingin memahami apa yang tak diketahui, mungkin terlalu rumit ketika kita berusaha untuk memahami suatu hal akan tetapi coba renungkan dan lebih dalami apa yang seharusnya kita pahami. Tidak munafik itu merupakan sebuah PR besar bagi setiap kepala tapi semuanya tergantung dari pribadi seseorang tersebut mau mencoba untuk memahami atau tidak.
Hal yang lain adalah kepekaan kita terhadap sesuatu. penting bagi setiap orang untuk peka terhadap sesuatu yang ada didekat atau bahkan disekitar mereka. Apa yang kita rasakan terhadap seseorang atau keadaan yang ada disekitar sangat berpengaruh dengan bagaimana kita harus bersikap untuk menghadapi hal tersebut. peka disini merupakan tingkt kesensintifan kita menyikapi apa yang kita terima dari keadaan yang ada. Terkadang apa yang mereka tunjukkan dihadapan kita tak sama dengan apa yang mereka lakukan dibelakang kita. INI!
ini merupakan bukan sebuah rahasia tapi sudah menjadi hal yang umum yang harusnya disadari oleh banyak orang. Tidak satu dua orang yang berperilaku seperti ini namun hampir banyak yang dengan sadar atau tanpa sadar melakukannya. Entah apa yang mendasari seseorang melakukannya, mungkin untuk menjaga image, menjadi seseorang yang lebih dihadapan orang lain, merendah diri dalam arti yang sesungguhnya atau bahkan ingin bersaing menjadi yang lebih baik dari yang lain.
Nggak tau kenapa, aku mungkin tipe orang yang kurang menyukai orang yang punya 2 sisi dalam sesuatu yang ia kerjakan. Lebih simplenya, apa yang dia kerjakan tak sesuai dengan apa yang ia katakan ataupun sebaliknya. mungkin juga aku terlalu peka terhadap hal tersebut terlalu sensitif untuk menilai seseorang mempunyai sifat tersebut. Tapi, nyatanya apa yang selama ini saya lihat banyak terjadi masalah seperti itu. Yang biasanya terlihat adalah seseorang yang 'Merendah untuk Meninggi' kalimat yang simple tapi cukup mempunyai arti yang dalam. Entahlaah tapi terlalu sumpek untuk berada disekitar orang yang seperti itu, apa susahnya mengakui hal yang memang ada pada mereka. maybe saya seperti itu...MAAF
Tak hanya sampai disitu, terkadang ada sesuatu dibelakang yang mungkin menjadi sebuah rahasia atau tak ingin diketahui oleh orang lain karena memang tak ingin memberitahu atau ingin lebih menonjol dari orang lain. Okee setiap orang pasti terkadang punya sisi dimana ia ingin menjadi lebih baik dari yang lain akan tetapi apakah cara yang menyinggung perasaan orang lain menjadi cara yang paling mudah untuk membuat keinginan tersebut menjadi nyata. Entah mengapa aku tak sependapat dengan pemikiran ini, menurutku akan menjadi lebih fair ketika passion tersebut dilakukan didepan bukan dibelakang secara diam-diam. Ini bukan sebuah permainan petak umpet yang akan menang ketika kita bersembunyi dengan maksud untuk menang, ini lebih seperti sebuah lomba lari yang mengeluarkan kemampuan dan berusaha secara fair untuk menjadi pemenang berada di posisi terdepan. Mungkin perlombaan ini juga ditentukan oleh bagaimana seseorang itu melaju lebih dahulu akan tetapi masih berada dalam garis aturan yang ada.
susah untuk mengkorelasikan teori fair dalam hal ini karena disini mungkin lebih menonjol teori siapa cepat dia dapat, oke setuju! tapi tetap saja mmm... terlalu bingung karena semua tergantung persepsi orang menyikapinya... Be Slow :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar