Label

Selasa, 24 April 2012

siapa aku ?


SIAPA AKU ???

            Sebuah kalimat sederhana yang begitu dalam maknanya, SIAPA AKU? Pertanyaan semacam itu menurut saya selalu menjadi pertanyaan kepada setiap pribadi masing-masing individu. Pada dasarnya setiap individu mempunyai konsep diri yang berbeda-beda, mulai dari individu terbuka maupun individu tertutup. Konsep diri tersebut menuntun mereka menjadi sosok yang berbeda satu sama lain. Akan tetapi, terkadang banyak individu yang yang tidak mengerti tentang konsep diri mereka atau bisa dibilang siapa diri mereka sebenarnya? Pertanyaan yang muncul tersebut dalam diri kita merupakan salah satu contoh bentuk komunikasi intrapersonal/intra pribadi yaitu komunikasi yang terjadi dalam diri sendiri maka tindak balas yang dilakukan ialah dalam internal diri sendiri.
            Pertanyaan terhadap diri sendiri tersebut menjadi pertanyaan mendasar dalam diri saya. Siapa aku menjadi sebuah renungan dan pertanyaan kepada hati kecil yang terkadang seolah-olah menjadi perang batin antara pikiran dan hati bahkan terkadang hanya menjadi sebuah pertanyaan tanpa jawaban. Di dalam komunikasi intrapersonal ini seorang individu menjadi pengirim sekaligus penerima pesan, memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang berkelanjutan. Komunikasi intrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi yang lainnya. Pengetahuan mengenai diri pribadi melalui proses-proses psikologis seperti persepsi dan kesadaran (awareness) terjadi saat berlangsungnya komunikasi intrapribadi oleh komunikator. Untuk memahami apa yang terjadi ketika orang saling berkomunikasi, maka seseorang perlu untuk mengenal diri mereka sendiri dan orang lain.
            Proses komunikasi tersebut terkadang membuat kita menjadi bingung terhadap diri kita sendiri apalagi ketika ada seseorang yang memberikan pendapat mengenai kita, pendapat tersebut dapat menjadi sebuah noise yang membuat kita bingung tentang bagaimana kita mencari jawaban dan mengetahui tentang diri kita sendiri yang sebenarnya. Akan tetapi, noise seperti itu juga dapat membantu kita untuk mengenal diri kita dari sudut pandang orang lain.
            Pemahaman diri pribadi yang biasa saya lakukan ini bukan hanya menjadi sebuah introspeksi akan diri saya dan lebih mengenal pribadi sendiri. Banyaknya masukan-masukan pendapat dari setiap orang membuat saya ingin mengetahui jati diri saya yang sebenarnya. Aktivitas ini tidak lain adalah bagian dari komunikasi seperti renungan, berdo’a, bersyukur, instrospeksi diri dengan meninjau perbuatan kita dan reaksi hati nurani kita, dan berimajinasi secara kreatif.
            Dari komunikasi inrapersonal ini dapat digambarkan dalam skema sebagai berikut:


 


Noise (pendapat orang lain)

Dalam komunikasi tersebut media yang menjadi komunikasi intrapersonel adalah renungan, dari renungan seseorang mendapat sebuah topik yang menjadi bahan pembicaraan dalam diri mereka. Seseorang mengirimkan pesan atau masalah terhadap dirinya sendiri kemudian dikembalikan ke diri mereka sendiri jadi, komunikasi tersebut dilakukan oleh pribadi seseorang dari, oleh, dan untuk diri sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar